Sumber Magnesium yang Diperlukan Tubuh

Banyak orang di dunia, termasuk di Indonesia, menderita lactose intolerance atau tidak dapat mencerna laktosa, yang terjadi karena orang tersebut tidak memiliki enzim laktase dalam saluran pencernaan. Laktosa adalah gula yang terdapat pada susu. Gula tebu disebut sukrosa, gula susu disebut laktosa. Dibawah ini adalah susunan molekulnya. Serupa tapi tak sama.


Laktosa praktis selalu terdapat pada susu murni maupun susu full cream. Laktosa yang tidak dapat dicerna tersebut akan menjadi santapan bakteri jahat yang ada pada usus, sehingga membuat populasinya meningkat. Selain itu, bakteri jahat tersebut (biasanya jenis Enterobacter) akan menghasilkan produk hasil metabolisme laktosa tersebut menjadi gas (biasanya hidrogen, CO2 atau metana). Gas tersebut menumpuk di usus, menyebabkan rasa sangat tidak nyaman di perut, nyeri perut hingga diare. Penderita lactose intolerance tidak dapat mencerna laktosa, sehingga untuk dapat mengkonsumsi susu dengan aman, laktosa harus dihilangkan terlebih dahulu.

Tapi bagaimana caranya?

Cara yang paling alami untuk menghilangkan laktosa pada susu adalah dengan 'meminta' bakteri asam laktat untuk melakukannya. Bakteri asam laktat akan mengubah laktosa tersebut menjadi asam laktat yang lebih aman bagi tubuh. Prosesnya disebut fermentasi asam laktat. Yoghurt, yang merupakan produk hasil fermentasi asam laktat, mengandung sangat sedikit laktosa dibandingkan dengan susu. Yoghurt yang difermentasikan cukup lama, akan menghasilkan cita rasa yang sangat asam, yang biasanya semakin asam yoghurt semakin banyak laktosa yang telah diurai. Asam laktat pada yoghurt relatif aman bagi lambung.

Itulah sebabnya penderita lactose intolerance tidak mengalami masalah saat mengkonsumsi yoghurt. Tetapi kalau mereka kembali mengkonsumsi susu murni/full cream, ceritanya akan lain.